Rabu, 29 November 2017

Melatih Kemandirian #1

Bismillahirrahmanirrahiim
Memulai gamelevel#2 dihari yang pertama.
Setelah menerima materi dan mengikuti sharing di grup Bunsay#3 Jakarta. Saatnya untuk berlatih dan mempraktikkannya. Di game level #2 ini seputaran memandu kemandirian anak. Aseli ini PR banget buat saya, buat Alissa Ghizan juga buat abinya. Saya merasa bahwa ada banyak hal yang belum mampu saya terapkan untuk menumbuhkan kemandiriannya. Selama ini saya “santai-santai” saja, pikir saya toh nanti pada masanya mereka juga akan mandiri. Dan ternyata ini salah banget saudara-saudara, karena kemandirian anak ini perlu ditumbuhkan, perlu dilatih, dan terus dipantau. Tidak ada yang tiba tiba bin ujug ujug anaknya rajin shalat tanpa disuruh, anaknya bisa merapikan mainan tanpa ada contoh dan teladan.
Dengan materi kedua ini saya merasa di ingatkan bahwa ada banyak bangeeet PR.
Di hari #pertama ini saya mencoba untuk membidik sasaran, siapakah yang akan coba saya uji dan perbaiki kemandiriannya. Akan tetapi, berhubung alissa dan ghizan ini berdeketan secara usia, jadilah keduanya saya jadikan target Ups..
Saya mencoba membuat daftar skill kemandirian yang akan diasah, yang sebelumya saya tanya sana-sini gogling baca baca buku dan lain sebagainya, perihal standarisasi kemandirian anak usia pra SD. Tersebutlah saya nemu web rumah inspirasi dan lain sebagainya.
Mulailah saya memejamkan mata sembari beristighfar, ya Allah.. banyak banget rupanya yang belum saya ajarkan, yang belum saya nyalakan tombol tombol kemandirian pada mereka. Saya ambil yang paling penting saja dulu diantara yang terpenting. Mengikuti kaidah put first think first. Dan menjadikan waktu sebulan ini selama Desember untuk melatih paling nggak empat skill kemandirian, jadi one week one skill yang akan sama sama kami ikhtiari semoga bisa berhasil dan membawa dampak positif.
Adapun bentuk bentuk kemandirian yang akan dicoba adalah :
 (One Week One Skill) Bulan Desember
             Bangun tidur tanpa menangis dan bersemangat melaksanakan sholat shubuh
             Melepas baju sendiri dan meletakkan di bak pakaian kotor
             Mandi sendiri
             Menggosok gigi secara rutin dan senang
             Memakai baju sendiri
Mengawali prosesnya dengan ngariung bareng bada maghrib.
Sore ini pulang sembaril menikmati hujan, menggigil kedinginan karena tak bawa jas hujan maupun jaket. Alhamdulillah tadi nebeng bu Nunung dan diantar sampai depan komplek. Sepanjang perjalanan sudah terbayang, sampai dirumah pasti sudah mepet waktu adzan maghrib. Begitu sampai dirumah disambutlah oleh 2G. Izinlah saya ke mereka,
“ bersabar sebentar ya, ummi akan berganti baju mandi dan sholat maghrib. Selepas berganti baju 2G sudah merengek minta ditemenin makan anggur. Bekel sekolahnya yang belum di habiskan.
Wah PR banget ini, berusaha menahan untuk tidak menyuapi 2G. Sambil ngobrol dan bercerita habislah anggur itu, dan saya lulus untuk tidak menyuapi mereka. 2G ini mendadak hilang kemandiriannya ketika saya sampai dirumah. Apa apa mintanya dibantu, kemana ummi jalan selalu dibuntutin. Padahal bukan lagi anak Balita.. hwa hwa hwa (saya nangis dipojokan) kenapa bisa begini!
Padahal kalau di sekolah 2 G ini selalu nampak mandiri (ini bu guru mereka yang bilang) kakak sudah berinisiatif menjadi ketua kelas, sering membantu bu guru, mau berbagi dengan teman dan pencapaian kemandirian dalam hal yang lain, termasuk pencapaian nilai akademis nya yang bisa dikatakan “ bagus “.
Nyari yang sederhana dan dekat sajalah, PR nya kebanyakan yang harus di benahi.

Selepas sholat maghrib mulailah dengan obrolan ringan seputaran ini dan itu, kakak adik berebutan untuk berbagi cerita. Sampai sampai kakak menangis karena kena cubitan dari adiknya gegara adik ga diberikan kesempatan untuk bercerita duluan.
Emak memang harus bernafas panjang dan punya stok sabar yang tak berbatas.
Sudah pulang kerja kehujanan, cape sampai rumah disuguhi tangisan.. hehehheh
Alhamdulillah sudah belajar komunikasi produktif pada materi sebelumnya. Sehingga berusaha bijak dalam menghadapi 2G ini. Singkat cerita adik minta maaf kepada kakak dan saling berpelukan kemudian tertawa bersama.

Setelah selesai menanggapi curhatan 2G, tibalah saatnya saya menyampaikan bahwa mulai malam ini dan seterusnya kita akan belajar menjadi lebih baik. Karena kakak dan adik akan semakin besar dan harus sudah siap menjadi anak baik yang mandiri. Saya sampaikan tentang pilihan pilihan rencana skill kemandirian yang akan dicapai dengan bahasa yang mudah mereka fahami dan terima.
Berharap mereka mengingat dan mengerti bahwa ini skill kemandirian adalah sebuah kebutuhan bukan sebuah beban .. tsah.. (beban bagi ummi hihihi)
Saya sampaikan tentang manfaat bangun pagi dengan senyuman dan mengawali dengan doa. Bukan tangisan atau rengekan.
Pagi akan lebih indah jika diawali dengan senyum dan harapan.
Dan saat tidur  saya  bisikkan kalimat kalimat baik semoga terekam dalam alam bawah sadar tentang hal ini, dengan harapan melatih skill kemandirian di hari pertema akan lolos dengan predikat baik dan memuaskan. 
Amiin ya Allah, semoga Engkau mudahkan semuanya.

#Ikhtiar proses dihari pertama
#hari pertama
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar