Berproses menjadi lebih baik bersama institut ibu profesional adalah kesempatan dan anugerah sekaligus tantangan tersendiri buat saya, terutama karena saya adalah ibu amatiran yang masih banyak kekurangan baik secara ilmu maupun pengalaman.
Mencoba menguatkan pijakan agar menjadi sebenar benar ibu bagi kedua anak saya dan menjadi sebaik baik istri bagi suami. Terkadang berlari marathon terengah-engah mengikuti setiap sessi sharing ilmu yang diadakan saat matrikulasi, bahkan sering sekali tertinggal dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
Ala kulli hal saya bersyukur banyak ilmu yang saya dapatkan, tentang pengenalan terhadap diri sendiri, mencoba menyelami setiap makna dan hikmah atas kehidupan yang telah dijalani, mencoba menemukan “insight” dan pesan khusus kenapa Allah mentakdirkan saya ada didunia ini. (ini materi matrikulasi yang paling berkesan ) Mengikuti setiap sharring meskipun sering tertinggal dan akhirnya scroool sampai ribuan chatt, kata perkata mencoba untuk saya pahami, terkadang tengah malam baru sempat membaca dan baru “ngeh” obrolan dan materi yang disampaikan dan saya berazam saya tak boleh tertinggal. Mengikuti kelas bunda sayang adalah bagian dari cara saya mencintai keluarga, menyayangi suami saya satu satunya nun jauh disana yang tak bisa setiap saat saya sentuh, dan saya minta pelukannya. Yang tak mungkin bagi saya menuntut perhatiannya lebih atas setiap detail tantangan yang saya hadapi dalam membersamai anak anak. Tapi saya sangat yakin cintanya tak akan pernah berkurang untuk saya dan keluarga.
Materi kelas bunda sayang sesi #1 merupakan materi yang sangat saya butuhkan, tidak cukup bagi saya untuk membaca sekilas materi yang disampaikan, berulang ulang saya baca dan mencoba untuk saya cerna (dikunyah-kunyah) bahasa kulwap nya, masih belum faham juga akhirnya saya print out. Dan mendadak jadi bingung dengan tantangan yang diberikan terkait materi komunikasi produktif . Dan baru sekarang bisa mengerjakan tantangannya #hari1.
Hal yang paling menantang bagi saya adalah bagaimana memulai berkomunikasi dengan diri sendiri.
Karena menyadari bahwa komunikasi yang baik terhadap diri sendiri adalah gerbang awal untuk sukses berkomunikasi dengan orang lain.
Komunikasi terhadap diri sendiri sangat terkait bagaimana cara pandang kita menilai diri kita sendiri. What you think is what you get
Berusaha untuk berprasangka baik pada diri sendiri menjadi pilihan mendasar untuk selanjutnya bisa berkomunikasi produktif pada diri sendiri. Terus menerus memasukkan input positif dengan pemilihan kata positif yang digunakan sehari hari. Alhamdulillah dapat memberikan energi yang akan menguatkan diri untuk menjalani hari dengan baik.
Be a positif thinking, semoga bisa menjalani tantangan dihari selanjutnya..
Knowing is not enough we must apply. Willing is not enough we must do.
Mengetahui saja tidak cukup, kita harus menerapkan. Bersedia saja tidak cukup, kita harus melakukan-nya.
#hari1
#GamesLevel1
#Tantangan10hari
#KuliahbunsayIip
#KomunikasiProduktif



Tidak ada komentar:
Posting Komentar