Rabu, 08 November 2017

Komunikasi Produktif #4

Jakarta, 8 November 2017

Memasuki hari #4 masih dalam tantangan gamelevel1. Saya  diajak  konsisten untuk menerapkan komunikasi produktif. Lost control dan teriakan sudah mulai agak berkurang, lebih memilih untuk tarik nafas panjang dan senyum mengembang saat menghadapi masa masa sulit dan menegangkan ketika membersamai anak.
Sudah hampir sepekan anak anak langsung tantrum ketika saya pulang kerja. Jam sudah menunjukkan pukul 17.45 dan saya baru menjejakkan kaki di rumah langsung disambut tangisan kakak karena saling berebut mainan dengan adiknya. Bukan sekali dua kali ya, disambut dengan tangisan ketika pulang kerja.
Capek .. iya banget!
Tapi apa boleh buat dari pada suasana menjelang maghrib menjadi gawat saya memilih untuk melupakan rasa capek karena bekerja seharian dan kebetulan sedang banyak kerjaan di Sekolah karena akan ada kunjungan dari sekolah lain.
Seperti sore ini, saya lihat kakak alissa sudah berpakaian rapi tetapi wajahnya murung, ternyata dia ga jadi berangkat ngaji . kutanyakan sebabnya ternyata  pengin ngaji di antar ummi.
Jawabnya memelas.
 Berulang kali dia mengeluhkan kenapa ummi pulangnya terlalu sore, dan hampir maghrib.
Mendengar keluhannya saya coba tanggapi dan menunjukkan rasa empati atas pertanyaannya. Sementara belum saya jelaskan kenapa ummi pulang terlambat. Menunjukkan rasa empati atas keluhannya  saja ternyata mampu meredam tantrum dan marahnya.
Terkadang anak anak tak butuh kata kata panjang atas alasan yang kita buat, sedikit saja sisakan rasa empati telah membuat mereka merasa senang dan nyaman.
Satu pelukan dan ciuman mendarat dipipi ummi, tanda dia senang dan merasa tenang.
Menunda  rasa capek dan lelah demi anak adalah seni dalam pengasuhan.
Disinilah merasakan betapa menjadi ibu bukanlah perkara mudah, dibutuhkan kesungguhan untuk konsisten meredam rasa marah dan menghapus ego .
Setelah seharian beraktivitas diluar rumah, penginnya segera beristirahat tanpa dirusuhi oleh rengekan bahkan tangisan anak. Ya kan... ya kan...
Ini namanya jauh panggang dari api heheheh,..
Awalnya sempat stress dengan kondisi ini, tapi dengan belajar konsisten menerapkan komunikasi produktif dengan anak, sedikit demi sedikit mulai belajar menerima kenyataan.
Kenyataan itu tidak selalu indah sesuai harapan.
Tapi seiring berjalannya waktu mulai menyadari inilah seni dalam pengasuhan.
Belajarlah ikhlas menerima, tak perlu kaget jika ekspektasi jauh dari kenyataan.
Dan bisikkanlah  bahwa aku adalah ibu bahagia yang perlu banyak memperbaharui rasa syukur. Diluar sana ada banyak pasangan yang menantikan hadirnya tangisan dan rengekan anak kecil dirumahnya. Bersyukurlah karena saat ini menjadi orang yang dipilih oleh Allah untuk mengemban amanah mulia membesarkan anak anak peradaban, yang akan selalu kita nantikan doa doanya saat kita telah tiada.
Bersyukurlah dan jadilah ibu yang bahagia.

#hari4
#GamesLevel1
#Tantangan10hari
#KuliahbunsayIip
#KomunikasiProduktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar