Kamis, 30 November 2017

Melatih Kemandirian #2


Kemandirian anak erat sekali kaitannya dengan pembiasaan dan konsistensi orangtua dalam kesehariannya. Kita memaknai kemandirian adalah sebuah  pondasi kehidupan agar bahagia dan berkualitas. Tak selamanya anak akan bersama orangtuanya, begitu pula tak selamanya anak anak akan terus menjadi anak anak, mereka harus tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang mukalaf (). Disinilah konsistensi dan ketegasan orangtua sangatlah dibutuhkan.
Menemani game level2 di hari yang kedua, saya dibuat “takjub” oleh anak anak. Diluar ekspektasi saya. Mencoba fokus dengan satu skill kemandirian ternyata yang didapatkan anak anak sudah belajar skill yang lainnya, disinilah saya ditantang untuk konsisten dan terus memotivasinya.
Skill yang ingin dibiasakan adalah anak anak bersemangat bangun pagi dan melaksanakan sholat subuh. Dan dalam praktiknya ternyata anak anak tak hanya bisa melakukan itu ternyata juga bersemangat untuk makan dan menyiapkan makanan nya sendiri.
Subhanallah, Allah maha memberi pertolongan dan petunjuk.
Selain bangun lebih pagi, anak anak juga mampu menyiapkan lauknya sendiri dengan mengambil telur memecahkan dan mengocoknya di mangkok, lalu  saya bantu menyalakan kompor serta menemaninya menggoreng telur. Anak anak sangat senang sekali. Kakak berinisiatif mengambilkan nasi untuk adiknya .Padahal selama ini ummi yang selalu mengambilkan di magic com.
Menikmati setiap proses tumbuh kembang anak anak adalah anugerah tersendiri. Agar selalu bahagia menemani segala keriewehan mengurus anak hal pertama yang harus dilakukan adalah selalu bersyukur apapun yang terjadi dan yang kedua tak lelah untuk terus belajar. Ilmu parenting, ilmu pengasuhan itu harus dipelajari agar lebih percaya diri menjalani prodesi sebagai seorang ibu.

alhamdulillah ‘ala kulli hal semoga tetap konsisten dan lebih baik lagi.

#hari kedua
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar