Kemandirian anak erat sekali kaitannya dengan pembiasaan dan konsistensi
orangtua dalam kesehariannya. Kita memaknai kemandirian adalah sebuah pondasi kehidupan agar bahagia dan
berkualitas. Tak selamanya anak akan bersama orangtuanya, begitu pula tak
selamanya anak anak akan terus menjadi anak anak, mereka harus tumbuh dan
berkembang menjadi manusia dewasa yang mukalaf (). Disinilah konsistensi dan
ketegasan orangtua sangatlah dibutuhkan.
Menemani game level2 di hari yang kedua, saya dibuat “takjub” oleh anak
anak. Diluar ekspektasi saya. Mencoba fokus dengan satu skill kemandirian
ternyata yang didapatkan anak anak sudah belajar skill yang lainnya, disinilah
saya ditantang untuk konsisten dan terus memotivasinya.
Skill yang ingin dibiasakan adalah anak anak bersemangat bangun pagi dan melaksanakan
sholat subuh. Dan dalam praktiknya ternyata anak anak tak hanya bisa melakukan
itu ternyata juga bersemangat untuk makan dan menyiapkan makanan nya sendiri.
Subhanallah, Allah maha memberi pertolongan dan petunjuk.
Selain bangun lebih pagi, anak anak juga mampu menyiapkan lauknya sendiri
dengan mengambil telur memecahkan dan mengocoknya di mangkok, lalu saya bantu menyalakan kompor serta
menemaninya menggoreng telur. Anak anak sangat senang sekali. Kakak berinisiatif
mengambilkan nasi untuk adiknya .Padahal selama ini ummi yang selalu
mengambilkan di magic com.
Menikmati setiap
proses tumbuh kembang anak anak adalah anugerah tersendiri. Agar selalu bahagia
menemani segala keriewehan mengurus
anak hal pertama yang harus dilakukan adalah selalu bersyukur apapun yang terjadi dan yang kedua tak lelah untuk terus belajar. Ilmu parenting,
ilmu pengasuhan itu harus dipelajari agar lebih percaya diri menjalani prodesi
sebagai seorang ibu.
alhamdulillah ‘ala kulli hal semoga tetap konsisten dan lebih baik lagi.
#hari kedua
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar