Senin, 06 November 2017

Komunikasi Produktif #3

Jakarta, 7 November 2017

Malam menjelang tidur kutatap satu persatu wajah anak anak. Seperti biasa rasa bersalah datang mendera yang seharian ngomel lah yang masaknya ga enak  dan lain dan lain lain. Sederet dosa terhadap anak jadi terbayang dipelupuk mata. Astaghfirullah.
Tetapi masih saja selalu lost control ketika menghadapi polah tingkah anak anak, kesalahan yang sering dilakukan adalah manajemen dalam berkomunikasi dengan anak.
Beruntung ikut kelas bunsay IIP paling nggak ada yang ngingetinlah. Dan senin kemarin mendapatkan suntikan motivasi dari mba lanny di grup wa IIP bunsay#3,
🌿 Communication is a skill that you can learn. It’s like riding a bicycle or typing. If you’re willing to work at it, you can rapidly improve the quality of every part of your life.
Komunikasi adalah sebuah keterampilan yang dapat kau pelajari. Belajar komunikasi itu seperti mengendarai sepeda atau mengetik. Jika kau mau mengerjakannya, kau akan dapat mengubah kualitas dari semua bagian hidupmu 🌿
by Brian Tracy –
konsultan manajemen dan pembicara

Dan tantangan di hari yang ketiga adalah ketika menghadapi ghizan yang lagi hobby banget main berantem beranteman. Yang sering jadi sasaran keisengan adalah kakaknya. Haduh sampai pusing saya sering mendengar kakaknya menjerit. Dari pada saya ikutan emosi dan berteriak saya memilih untuk menjauh dari anak anak dan saya menemukan ide untuk menggunakan “power tendangan/target double” sebagai alat untuk bermain.
Tara....
Dan ghizan senang sekali ketika saya tawarkan untuk menendang dan memukul target dengan benar.
Berakhirlah drama perkelahian antara kakak dan adik.
Disini saya juga belajar untuk menerapkan prinsip prinsip komunikasi dengan anak, yakni harus jelas dalam memberikan pujian ataupun kritikan.
“ anak hebat, tendangannya tepat”
“ anak sholih, tidak berkelahi dengan kakak”

#hari3
#GamesLevel1
#Tantangan10hari
#KuliahbunsayIip

#KomunikasiProduktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar