Malam menjelang tidur kutatap satu persatu wajah anak anak. Seperti biasa
rasa bersalah datang mendera yang seharian ngomel lah yang masaknya ga
enak dan lain dan lain lain. Sederet dosa
terhadap anak jadi terbayang dipelupuk mata. Astaghfirullah.
Tetapi masih saja selalu lost control ketika menghadapi polah tingkah
anak anak, kesalahan yang sering dilakukan adalah manajemen dalam berkomunikasi
dengan anak.
Beruntung ikut kelas bunsay IIP paling nggak ada yang ngingetinlah. Dan senin
kemarin mendapatkan suntikan motivasi dari mba lanny di grup wa IIP bunsay#3,
🌿 Communication is a skill that
you can learn. It’s like riding a bicycle or typing. If you’re willing to work
at it, you can rapidly improve the quality of every part of your life.
Komunikasi adalah sebuah keterampilan yang dapat kau pelajari. Belajar
komunikasi itu seperti mengendarai sepeda atau mengetik. Jika kau mau
mengerjakannya, kau akan dapat mengubah kualitas dari semua bagian hidupmu 🌿
by Brian Tracy –
konsultan manajemen dan pembicara
Dan tantangan di hari yang ketiga adalah ketika menghadapi ghizan yang
lagi hobby banget main berantem beranteman. Yang sering jadi sasaran keisengan
adalah kakaknya. Haduh sampai pusing saya sering mendengar kakaknya menjerit. Dari
pada saya ikutan emosi dan berteriak saya memilih untuk menjauh dari anak anak
dan saya menemukan ide untuk menggunakan “power tendangan/target double”
sebagai alat untuk bermain.
Tara....
Dan ghizan senang sekali ketika saya tawarkan untuk menendang dan memukul
target dengan benar.
Berakhirlah drama perkelahian antara kakak dan adik.
Disini saya juga belajar untuk menerapkan prinsip prinsip komunikasi
dengan anak, yakni harus jelas dalam memberikan pujian ataupun kritikan.
“ anak hebat, tendangannya tepat”
“ anak sholih, tidak berkelahi dengan kakak”
#hari3
#GamesLevel1
#Tantangan10hari
#KuliahbunsayIip
#KomunikasiProduktif



Tidak ada komentar:
Posting Komentar