Masih menikmati long weekend setelah jumat kemarin libur dalam rangka
memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Memasuki sabtu pagi yang dingin karena
mendung menggelayut sejak jumat kemarin. Bahkan sepekan kemarin hujan turun
membasahi bumi semoga Allah merahmati setiap makhlukNya.
Menjalani tantangan10hari memasuki hari ketiga, mempertahankan
konsistensi dan ketega(s)an agar berhasil mencapai target one week one skill. Pekan ini masih mencoba untuk menyalakan tombol
kemandirian untuk bangun sendiri dan bersemangat melaksanakan sholat shubuh
untuk 2G. Tak jauh dari tempat mereka tidur, ummi sengaja tilawah alquran
berharap dengan mendengar ayat alquran menjadi alarm bagi mereka untuk segera
bangun. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.15 pagi, tapi 2G terlihat masih
pulas (tik tok tik tok). Ummi pegang kaki kakak, berharap segera bangun. Tak lama
kemudian kakak bangun dan langsung membangunkan adik.
Alhamdulillah, bangun tanpa rengekan meskipun agak telat. Tak lupa ummi
pasang senyuman semoga yang ia temui kala pagi hari adalah senyuman penuh asa
dari umminya.
“bangunlah anak shalihah, mari berdoa alhamdulillahiladzi
ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnuzuur”.
Tak disangka kakak protes, “ ummi kenapa banguninnya
telat, harus nya aku bangunnya jam 3 ”
“Oh iya ya, maafkan ummi, kak” jawabku
Dalam hati bergumam , ini karena ummi masih belum tega.
Terkadang melatih kemandirian anak bukanlah semata anak
yang berproses tetapi orang dewasa disekitarnya juga harus berani berproses. Melatih kemandirian adalah perjalanan panjang,
sepanjang usia seseorang. Karena kemandirian inilah yang memungkinkan setiap
individu bisa survive menghadapi tantangan
dalam hidupnya.
Semoga Allah SWT menuntun kami semua.
#hariketiga
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar