Sudah hari kesembilan dalam tantangan melatih skill kemandirian ini,
alhamdulillah ‘ala kulli hal meskipun belum maksimal hasilnya paling tidak saya
diingatkan kembali betapa pentingnya melatih skill kemandirian untuk anak.
Membiasakan anak anak mandiri sebenarnya juga menjadi pengingat untuk
saya sendiri. Agar terbiasa hidup lebih mandiri, teratur dan disiplin. Terlebih
saya ini type tergantung “mood” kalo lagi giat ya giat, kalo lagi kendo ya
kendo (hadewh)
Menyadari betapa pentingnya melatih skill kemandirian anak akan menjadi
salah satu penyemangat untuk terus melangkah maju, meskipun hasilnya belum
terlihat nyata.
Seperti pagi ini, kakak masih ngambek dipagi hari karena dari semalam berebut
bantal dan posisi
tidur saat menjelang tidur. Dan ternyata mengantarkan anak untuk melepas
lelah dengan istirahat malamnya akan sangat mempengaruhi mood saat bangun di pagi harinya. (catet!)
Jika malam harinya saya bacakan kisah yang menarik dan menyenangkan,
sambil membelai dan memberikan pelukan hangat, memuji atas keberhasilan yang
dilakukan sepanjang hari, serta memberikan nasihat kebaikan, anak anak akan
bangun pagi dengan mood yang baik.
Nah, karena semalam saya sangat capek dan gigi geraham sakit karena ada
yang patah, jadilah tak sempat saya bacakan kisah untuk anak anak, ketemu
bantal rasanya pengin segera merem. Dan betul saja, ternyata saya terlelap
sebelum anak anak terlelap. Baru tersadar ketika jam 22.00 saya terbangun dan
anak anak sudah tertidur.
Esok paginya
kakak adik ngambek,
dalam bathin saya gimana dengan tantangan di hari kesembilan ini, kalau pagi pagi sudah ramai dunia persilatan dua bocil ini.
dalam bathin saya gimana dengan tantangan di hari kesembilan ini, kalau pagi pagi sudah ramai dunia persilatan dua bocil ini.
Saya tungguin
sampai kakak mau mandi dan melepas baju nya sendiri lalu meletakkan di tempat
baju kotor, padahal sudah geregetan pengin ngomel dan ambil gerakan cepat
memandikan, tapi disabarin ajah, walau akhirnya agak telat sampai di sekolah.
Selesai dengan
urusan kakak, adiknya ditambah mogok tidak mau berangkat sekolah. Sudah sampai
didepan sekolah tetapi tidak mau masuk, dengan alasan minta di belikan mainan
dulu. Padahal hari ini ada kesepakatan tidak akan membeli mainan. Lagi lagi ujian
kesabaran. Setelah diajak dialog alot dan berbagai alasan adik ingin pulang
saja, akhirnya keluar juga jurus ancaman
(ga lulus ini saya untuk komunikasi produktifnya)
“oke kita
pulang, tapi tidak kerumah!”
Mau?
Stater motor
keluar dari komplek area sekolah, dan baru berjalan beberapa meter, adik bilang
“ya, ummi aku mau balik ke sekolah”
Prahara di pagi
hari, kerempongan yang menghiasai aktivitas pagi ini.
Masih harus
banyak belajar, masih harus banyak bersabar, masih harus banyak berdoa.
Semoga esok
lebih baik lagi.
#harikesembilan
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar