Jumat, 08 Desember 2017

Melatih Kemandirian #9


Sudah hari kesembilan dalam tantangan melatih skill kemandirian ini, alhamdulillah ‘ala kulli hal meskipun belum maksimal hasilnya paling tidak saya diingatkan kembali betapa pentingnya melatih skill kemandirian untuk anak.
Membiasakan anak anak mandiri sebenarnya juga menjadi pengingat untuk saya sendiri. Agar terbiasa hidup lebih mandiri, teratur dan disiplin. Terlebih saya ini type tergantung “mood”  kalo lagi giat ya giat, kalo lagi kendo ya kendo (hadewh)
Menyadari betapa pentingnya melatih skill kemandirian anak akan menjadi salah satu penyemangat untuk terus melangkah maju, meskipun hasilnya belum terlihat nyata.
Seperti pagi ini, kakak masih ngambek dipagi hari karena dari semalam berebut bantal  dan posisi tidur saat menjelang tidur. Dan ternyata mengantarkan anak untuk melepas lelah dengan istirahat malamnya akan sangat mempengaruhi mood saat bangun di pagi harinya. (catet!)
Jika malam harinya saya bacakan kisah yang menarik dan menyenangkan, sambil membelai dan memberikan pelukan hangat, memuji atas keberhasilan yang dilakukan sepanjang hari, serta memberikan nasihat kebaikan, anak anak akan bangun pagi dengan mood yang baik.
Nah, karena semalam saya sangat capek dan gigi geraham sakit karena ada yang patah, jadilah tak sempat saya bacakan kisah untuk anak anak, ketemu bantal rasanya pengin segera merem. Dan betul saja, ternyata saya terlelap sebelum anak anak terlelap. Baru tersadar ketika jam 22.00 saya terbangun dan anak anak sudah tertidur.
Esok paginya kakak adik ngambek,
dalam bathin saya gimana dengan tantangan di hari kesembilan ini, kalau pagi pagi sudah ramai dunia persilatan dua bocil ini.
Saya tungguin sampai kakak mau mandi dan melepas baju nya sendiri lalu meletakkan di tempat baju kotor, padahal sudah geregetan pengin ngomel dan ambil gerakan cepat memandikan, tapi disabarin ajah, walau akhirnya agak telat sampai di sekolah.
Selesai dengan urusan kakak, adiknya ditambah mogok tidak mau berangkat sekolah. Sudah sampai didepan sekolah tetapi tidak mau masuk, dengan alasan minta di belikan mainan dulu. Padahal hari ini ada kesepakatan tidak akan membeli mainan. Lagi lagi ujian kesabaran. Setelah diajak dialog alot dan berbagai alasan adik ingin pulang saja, akhirnya keluar juga jurus ancaman (ga lulus ini saya untuk komunikasi produktifnya)
“oke kita pulang, tapi tidak kerumah!”
Mau?
Stater motor keluar dari komplek area sekolah, dan baru berjalan beberapa meter, adik bilang “ya, ummi aku mau balik ke sekolah”
Prahara di pagi hari, kerempongan yang menghiasai aktivitas pagi ini.
Masih harus banyak belajar, masih harus banyak bersabar, masih harus banyak berdoa.
Semoga esok lebih baik lagi.


#harikesembilan
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar