Memasuki hari yang ketujuh di gamelevel2, masih melatih skill kemandirian untuk bisa melaksanakan sholat subuh dengan senang. Dan dihari yang ketujuh ini, kakak "mogok" nggak mau melaksanakan, karena bangun tidur digangguin adiknya hingga ngambek. Ummi berusaha untuk membujuk dan mengingatkan. Tapi kakak belum mau melaksanakan.
Akhirnya kakak berangkat sekolah tanpa melaksanakan sholat shubuh.
Sore hari nanti berencana untuk sama sama mengevaluasi agar kegagalan ini tidak berulang.
Berharap esok lebih baik lagi.
ibu akhir zaman yang fakir ilmu, yang belajar menguatkan azam menjadi salah satu batu bata pembangun peradaban Rabbani.
Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 Desember 2017
Melatih Kemandirian #6
Alhamdulillah, ternyata ga kerasa sudah sampai hari yang keenam. Untuk melatih
satu skill di pekan ini. Masih membiasakan dan membelajarkan terbiasa
bangun lebih pagi dan bersemangat sholat subuh.
dihari yang keenam ini kakak sudah mulai merasakan senang dan merasa berhasil.
dihari yang keenam ini kakak sudah mulai merasakan senang dan merasa berhasil.
“ummi Alhamdulillah ya, aku bisa
sholat lima waktu” ungkapnya.
“ ya , syukur Alhamdulillah, semoga
dedek ghizan bisa sama sama bersemangat ya” jawabku
Semoga kakak bisa istiqomah ya, tak perlu menangis atau bermalas malasan
untuk sholat subuh. Apalagi sudah enam tahun. Dan ketika diusia tujuh tahun
sholatnya sudah harus lebih baik, bacanya lebih khusuk, gerakannya lebih
tertib.
Karena baru melatih pembiasaan dan menumbuhkan semangat serta kecintaan
pada ibadah, target ummi baru sampai pada “mau
melaksanakan” tanpa paksaan. Jadi
ummi sangat bersyukur jika kakak sudah berhasil melaksanakannya. Dan bisa
diikuti juga melaksanakan sholat lima waktu.
dan bisa berjamaah di masjid.
dan bisa berjamaah di masjid.
Semoga Allah senantiasa menuntun kita ya Nak.
#harikeenam
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian
Rabu, 29 November 2017
Melatih Kemandirian #1
Bismillahirrahmanirrahiim
Memulai gamelevel#2 dihari yang pertama.
Setelah menerima materi dan mengikuti sharing di grup Bunsay#3 Jakarta. Saatnya
untuk berlatih dan mempraktikkannya. Di game level #2 ini seputaran memandu
kemandirian anak. Aseli ini PR banget buat saya, buat Alissa Ghizan juga buat
abinya. Saya merasa bahwa ada banyak hal yang belum mampu saya terapkan untuk
menumbuhkan kemandiriannya. Selama ini saya “santai-santai” saja, pikir saya
toh nanti pada masanya mereka juga akan mandiri. Dan ternyata ini salah banget
saudara-saudara, karena kemandirian anak ini perlu ditumbuhkan, perlu dilatih,
dan terus dipantau. Tidak ada yang tiba tiba bin ujug ujug anaknya rajin shalat
tanpa disuruh, anaknya bisa merapikan mainan tanpa ada contoh dan teladan.
Dengan materi kedua ini saya merasa di ingatkan bahwa ada banyak bangeeet
PR.
Di hari #pertama ini saya mencoba untuk membidik sasaran, siapakah yang
akan coba saya uji dan perbaiki kemandiriannya. Akan tetapi, berhubung alissa
dan ghizan ini berdeketan secara usia, jadilah keduanya saya jadikan target
Ups..
Saya mencoba membuat daftar skill kemandirian yang akan diasah, yang
sebelumya saya tanya sana-sini gogling baca baca buku dan lain sebagainya,
perihal standarisasi kemandirian anak usia pra SD. Tersebutlah saya nemu web
rumah inspirasi dan lain sebagainya.
Mulailah saya memejamkan mata sembari beristighfar, ya Allah.. banyak
banget rupanya yang belum saya ajarkan, yang belum saya nyalakan tombol tombol
kemandirian pada mereka. Saya ambil yang paling penting saja dulu diantara yang
terpenting. Mengikuti kaidah put first
think first. Dan menjadikan waktu sebulan ini selama Desember untuk melatih
paling nggak empat skill kemandirian, jadi one
week one skill yang akan sama sama kami ikhtiari semoga bisa berhasil dan
membawa dampak positif.
Adapun bentuk bentuk kemandirian yang akan dicoba adalah :
(One Week One Skill) Bulan
Desember
Bangun
tidur tanpa menangis dan bersemangat melaksanakan sholat shubuh
Melepas
baju sendiri dan meletakkan di bak pakaian kotor
Mandi
sendiri
Menggosok
gigi secara rutin dan senang
Memakai
baju sendiri
Mengawali prosesnya dengan ngariung
bareng bada maghrib.
Sore ini pulang sembaril menikmati hujan, menggigil kedinginan karena tak
bawa jas hujan maupun jaket. Alhamdulillah tadi nebeng bu Nunung dan diantar
sampai depan komplek. Sepanjang perjalanan sudah terbayang, sampai dirumah
pasti sudah mepet waktu adzan maghrib. Begitu sampai dirumah disambutlah oleh
2G. Izinlah saya ke mereka,
“ bersabar sebentar ya, ummi akan berganti baju mandi dan sholat maghrib. Selepas berganti baju 2G sudah merengek minta ditemenin makan anggur. Bekel sekolahnya yang belum di habiskan.
“ bersabar sebentar ya, ummi akan berganti baju mandi dan sholat maghrib. Selepas berganti baju 2G sudah merengek minta ditemenin makan anggur. Bekel sekolahnya yang belum di habiskan.
Wah PR banget ini, berusaha menahan untuk tidak menyuapi 2G. Sambil ngobrol
dan bercerita habislah anggur itu, dan saya lulus untuk tidak menyuapi mereka.
2G ini mendadak hilang kemandiriannya ketika saya sampai dirumah. Apa apa
mintanya dibantu, kemana ummi jalan selalu dibuntutin. Padahal bukan lagi anak
Balita.. hwa hwa hwa (saya nangis dipojokan) kenapa bisa begini!
Padahal kalau di sekolah 2 G ini selalu nampak mandiri (ini bu guru
mereka yang bilang) kakak sudah berinisiatif menjadi ketua kelas, sering
membantu bu guru, mau berbagi dengan teman dan pencapaian kemandirian dalam hal
yang lain, termasuk pencapaian nilai akademis nya yang bisa dikatakan “ bagus “.
Nyari yang sederhana dan dekat sajalah, PR nya kebanyakan yang harus di
benahi.
Selepas sholat maghrib mulailah dengan obrolan ringan seputaran ini dan
itu, kakak adik berebutan untuk berbagi cerita. Sampai sampai kakak menangis
karena kena cubitan dari adiknya gegara adik ga diberikan kesempatan untuk bercerita
duluan.
Emak memang harus bernafas panjang dan punya stok sabar yang tak
berbatas.
Sudah pulang kerja kehujanan, cape sampai rumah disuguhi tangisan..
hehehheh
Alhamdulillah sudah belajar komunikasi produktif pada materi
sebelumnya. Sehingga berusaha bijak dalam menghadapi 2G ini. Singkat cerita
adik minta maaf kepada kakak dan saling berpelukan kemudian tertawa bersama.
Setelah selesai menanggapi curhatan 2G, tibalah saatnya saya menyampaikan
bahwa mulai malam ini dan seterusnya kita akan belajar menjadi lebih baik. Karena
kakak dan adik akan semakin besar dan harus sudah siap menjadi anak baik yang
mandiri. Saya sampaikan tentang pilihan pilihan rencana skill kemandirian yang
akan dicapai dengan bahasa yang mudah mereka fahami dan terima.
Berharap mereka mengingat dan mengerti bahwa ini skill kemandirian adalah
sebuah kebutuhan bukan sebuah beban .. tsah.. (beban bagi ummi hihihi)
Saya sampaikan tentang manfaat bangun pagi dengan senyuman dan mengawali
dengan doa. Bukan tangisan atau rengekan.
Pagi akan lebih indah jika diawali dengan senyum dan harapan.
Dan saat tidur saya
bisikkan kalimat kalimat baik semoga terekam dalam alam bawah sadar tentang hal ini, dengan
harapan melatih skill kemandirian di hari pertema akan lolos dengan predikat
baik dan memuaskan.
Amiin ya Allah, semoga Engkau mudahkan semuanya.
#hari pertama
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Langganan:
Postingan (Atom)
