Selasa, 19 Desember 2017

Review Materi Kemandirian

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan 10 hari tentang “MELATIH KEMANDIRIAN ANAK”.

Kita akan review berbagai pola kemandirian yang telah Bunda lakukan bersama dengan anak-anak di rumah.

KEMANDIRIAN erat sekali kaitannya dengan KONSISTENSI, seberapa konsisten kita melatih anak-anak untuk mandiri, akan berpengaruh pada  seberapa besar tingkat keberhasilan kita melatih anak-anak untuk menghadapi kehidupannya kelak tanpa bergantung pada orang lain.

Anak mandiri adalah anak yang mampu berpikir dan berbuat untuk dirinya sendiri.

Seorang anak yang mandiri biasanya aktif, kreatif, berkompeten di bidangnya, tidak tergantung pada orang lain dan tampak spontan. Inilah beberapa  life skill yang perlu dimiliki oleh anak.

Ketika hari ini bunda bersusah payah melatih kemandirian anak-anak kita, maka

Jangan pernah menyerah, walau kadang kita merasa lelah

Hasilnya akan bunda lihat dalam beberapa tahun mendatang, tidak seketika. Sehingga hal inilah kadang yang menggoda keteguhan kita untuk bersungguh –sungguh mendidik kemandirian anak kita.

Karena kalau kita berhenti melatih kemandirian anak akan muncul perilaku negatif yang dapat menjauhkan anak dari kemandirian di usia selanjutnya.

Gejala-gejala tersebut seperti contoh di bawah ini:
a. Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar, bukan karena kesadarannya sendiri. Perilaku ini akan mengarah kepada perilaku  tidak konsisten.

b. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, anak mandiri bukanlah anak yang lepas dari keluarganya melainkan anak yang tetap memiliki ikatan batin dengan keluarganya tetapi tidak bergantung pada keluarganya.

c.Sikap hidup kompromistik tanpa pemahaman dan kompromistik dengan mengorbankan prinsip. Gejala masyarakat sekarang yang meyakini segala sesuatunya dapat diatur adalah bentuk ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Kalau melihat gejala-gejala di atas, menyelesaikan tugas kemandirian anak  sekarang, sifatnya menjadi wajib dalam membangun peradaban dunia ini. Karena merekalah nanti yang disebut generasi penerus pembangun peradaban.

Berikut beberapa indikator yang bisa bunda lihat untuk melihat tingkat keberhasilan anak-anak kita secara global.

๐ŸŒปCiri khas kemandirian anak :
a.    Anak mandiri mempunyai kecenderungan memecahkan masalah daripada berkutat dalam kekhawatiran.

b.    Anak mandiri tidak takut dalam mengambil resiko karena sudah mempertimbangkan hasil sebelum berbuat.

c.    Anak percaya terhadap penilaian sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit bertanya atau minta bantuan.

d.    Anak memiliki  kontrol yang lebih baik terhadap kehidupannya

Menurut Masrun dkk dalam bukunya jurnal kemandirian anak, membagi kemandirian dalam lima komponen sbb :

a.    MERDEKA, anak bertindak atas kehendak sendiri, bukan karena orang lain dan tidak bergantung orang lain

b.    PROGRESIF, berusaha mengejar prestasi, tekun, terencana dalam mewujudkan harapannya.

c.    INISIATIF , mampu berpikir dan bertindak secara original, kreatif dan penuh inisiatif

d.    TERKENDALI DARI DALAM,  individu yang mampu mengatasi masalah yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakannya serta mampu mempengaruhi lingkungan .

e.    KEMANTAPAN DIRI, memiliki harga diri dan kepercayaan diri, percaya terhadap kemampuan sendiri, menerima dirinya dan memperoleh kepuasan dari usahanya.

Kemandirian-kemandirian tersebut di atas akan sangat penting kita persiapkan hari ini, karena anak-anak kita nanti akan memasuki pendidikan abad 21, yang memerlukan ketrampilan kemandirian yang  lebih untuk mencapainya.

Sumber Bacaan :
Masrun dkk, Jurnal Kemandirian Anak, diakses melalui www.lib.ug.co.id, pada tanggal 13 Februari 2016

Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Melatih Kemandirian Anak, Gaza Media,2016

Trilling dan Fadel, 21st century skills, 2009

Minggu, 10 Desember 2017

Melatih Kemandirian #12

Kumandang adzan subuh terdengar, ghizan langsung terbangun.
" ummi, aku mau sholat subuh" ucapnya.
" Alhamdulillah " jawabku. 
Sementara kakak masih asik dengan mimpinya. 
tak lama kemudian kakak bangun dan diajak sholat berjamaah belum mau. 
Setelah berjamaah sholat subuh, dilanjutkan dengan membaca iqra dan membaca buku. 
Alhamdulillah anak anak bangun lebih pagi, karena hari senin pastinya sangat crowded sekali. 
Dengan melatih kemandirian ini, saya sangat terbantu untuk menyelesaikan urusan di pagi hari. 
jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.30 
saya sudah mulai mengingatkan
"kakak, segera mandi agar lebih pagi sampai disekolah "

tapi tetap saja kakak asik dengan mainan dan bukunya.
meskipun akhirnya mau mandi dan lepas baju sendiri. 
sementara adik sempat menangis dan "ngamuk" karena mencari mainan yang hilang. 

#harikeduabelas
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian

#Melatih Kemandirian hari 11

saya memutuskan untuk melanjutkan tantangan di game level2 kelas bunsay, semoga bisa istiqomah membuat report sampai hari kelima belas. aamiin

pagi ini berencana untuk mengikuti aksi #Bela Palestina
selepas melaksanakan jamaah sholat subuh, kakak dan adik bergegas untuk  bersiap siap. termasuk berinisiatif mengambil celengan masing masing untuk disumbangkan dalam aksi ini.
anak anak menyiapkan keperluannya masing masing apa saja yang akan dibawanya.
kali ini mereka sangat senang sekali, biasanya ketika mau bepergian umminya ngomel panjang lebar mempersiapkan dan mengingatkan ini oitu bekal yang harus dibawa.

selesai ummi menyiapkan sarapan, anak anak makan dengan lahap. karena akan tahu bahwa saat aksi nanti butuh tenaga yang banyak, karena harus longmarch dan tentunya kuat berdiri. oleh karena itu mereka bersemangat untuk makan.

waktu sudah menunjukkan pukul 6.45 setelah mandi dan menggunakan bajunya masing masing anak anak membantu ummi untuk memesankan gojek dan nungguin HP kalau  kalau abang gojek memanggil.
ternyata anak anak kalau ada maunya, atau kalau akan diajak bepergian ketempat yang sekiranya mereka suka dan senang, akan terlihat lebih mandiri.

lanjutkan!
semoga besok lebih baik.

#harikesebelas
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian



#Aksi Bela Palestina

[19:38, 10/12/2017] B Uswatun Baru:
[21:37, 10/12/2017] +62 878-3203-0632: Sepenggal kisah subuh hari

Selepas anak anak berjamaah sholat subuh,
Lantunkan doa sederhana dan pendek, "agar ummi disembuhkan dari sakit gigi"

Lalu sepagi ini sudah bersiap siap untuk bergabung dlm kafilah #BelaPalestina padahal blm terpikir mau jalan naik apa, karena tidak ada rombongan.
GoJek sajalah, pilihan simpel.

Bergegas anak anak membongkar celengan yang hanya berisi tak seberapa, kumpulan koin yang tak Banyak-banyak jumlahnya.
.. " ini sedikit celengan ghizan dan Icha ummi, untuk Palestina.
Mendadak gerimis mata ini.
Seberkas cinta telah membekas di hati bocah lima tahunan.

Selayaknya anak anak yang diajak piknik, gembiralah hatinya, meskipun berhibur dengan lantunan nasyid dan sesekali pekikan takbir.

Mendengar kan tausyiah demi tausiyah yang disampaikan,
Dan aku yakin kau belum mampu memahami isinya,
Tapi setidaknya ini ikhtiar menyematkan ghirah mujahid dalam hati dan fikiranmu.

Untuk dikenang,
Dalam setiap liku kelok jalan yang kita lalui,
Dalam terik sinar mentari yang membakar kulit,
Ada pesan yang ingin kusampaikan sisakanlah ruang dihati untuk cinta pada tempat kelahiran para nabi,
nunjauh disana tak terlihat oleh mata,
tapi doa akan selalu menembus Arsy-Nya,

Selamatkan bumi Palestina
Negeri para Anbiya

#AksiBelaPalestina
#10Desember2017

Sabtu, 09 Desember 2017

Melatih Kemandirian #10

Melatih Kemandirian #10
Waktu berlalu begitu cepatnya, tidak terasa sudah memasuki hari yang kesepuluh dalam game level 2 melatih skill kemandirian anak. Apakah sudah terlihat perubahan dan hasilnya, tentu saja jawabnya belum ya karena masih berproses paling nggak progressnya sudah nampak,  dalam game level ini yang paling tertantang bukanlah anak anak tetapi saya sebagai orangtuanya. Dahulu saya berfikir anak anak akan secara otomatis mengetahui dan memahami hal apa saja yang harus dilakukan terkait kemandirian atau practical life, asal orangtuanya membiasakan dirumah. Ternyata membiasakan saja tidak cukup, harus ada keteladanan, komunikasi dua arah, dan konsistensi kedua belah pihak. Tanpa adanya hal itu penguasaan terhadap skill kemandirian akan mengalami hambatan.
Tak jarang kita temui ada anak yang sudah berusia sepuluh tahun lebih tetapi hal mendasar terkait self help belum mampu mereka kuasai. Saya pernah lho, menemui salah seorang anak SD kelas 6 memakai sepatu saja masih harus dibantu oleh orang tuanya, dan lebih parahnya lagi orangtuanya dengan sukarela membantu tanpa ada beban. Padahal anak ini sebetulnya mampu hanya saja pembiasaan dirumahnya demikian. Tentu saja  hal ini bukanlah sebentuk kasih sayang orangtua terhadap anaknya justru hal ini merupakan langkah yang menjerumuskan karena tidak memberikan kesempatan anaknya untuk belajar dan berproses.
Bersyukur banget diberikan kesempatan untuk melewati tantangan sepuluh hari melatih kemandirian anak.
Seperti pagi ini, diluar ekspektasi saya, adik ghizan begitu mendengar adzan subuh berkumandang langsung bangun dan minta sholat subuh.
“ummi, sudah subuh. Aku mau sholat” kata ghizan
“oke, mari doa bangun tidur dulu, terus kekamar mandi untuk wudhu”

Setelah selesai berwudhu, kemudian melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan ummi, biasanya anak anak berjamaan sendiri karena ummi sudah duluan sholat saat anak anak masih tidur. 
Setelah sholat kemudian berdoa, mengaji dan baca buku.
Senang sekali hari ini saya, rasanya seperti mendapatkan anugerah.
Kakak dan adik juga sudah mulai membiasakan diri untuk melepas baju dan meletakkan ditempat yang kotor, termasuk membereskan mainannya setelah selesai bermain.
Dan ternyata sepuluh hari ini saya targetnya bisa melatih minimal satu skill kemandirian ternyata kemandirian yang lain pun turut berproses.
Barakallahulakum


#harikesepuluh
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian


Jumat, 08 Desember 2017

Melatih Kemandirian #9


Sudah hari kesembilan dalam tantangan melatih skill kemandirian ini, alhamdulillah ‘ala kulli hal meskipun belum maksimal hasilnya paling tidak saya diingatkan kembali betapa pentingnya melatih skill kemandirian untuk anak.
Membiasakan anak anak mandiri sebenarnya juga menjadi pengingat untuk saya sendiri. Agar terbiasa hidup lebih mandiri, teratur dan disiplin. Terlebih saya ini type tergantung “mood”  kalo lagi giat ya giat, kalo lagi kendo ya kendo (hadewh)
Menyadari betapa pentingnya melatih skill kemandirian anak akan menjadi salah satu penyemangat untuk terus melangkah maju, meskipun hasilnya belum terlihat nyata.
Seperti pagi ini, kakak masih ngambek dipagi hari karena dari semalam berebut bantal  dan posisi tidur saat menjelang tidur. Dan ternyata mengantarkan anak untuk melepas lelah dengan istirahat malamnya akan sangat mempengaruhi mood saat bangun di pagi harinya. (catet!)
Jika malam harinya saya bacakan kisah yang menarik dan menyenangkan, sambil membelai dan memberikan pelukan hangat, memuji atas keberhasilan yang dilakukan sepanjang hari, serta memberikan nasihat kebaikan, anak anak akan bangun pagi dengan mood yang baik.
Nah, karena semalam saya sangat capek dan gigi geraham sakit karena ada yang patah, jadilah tak sempat saya bacakan kisah untuk anak anak, ketemu bantal rasanya pengin segera merem. Dan betul saja, ternyata saya terlelap sebelum anak anak terlelap. Baru tersadar ketika jam 22.00 saya terbangun dan anak anak sudah tertidur.
Esok paginya kakak adik ngambek,
dalam bathin saya gimana dengan tantangan di hari kesembilan ini, kalau pagi pagi sudah ramai dunia persilatan dua bocil ini.
Saya tungguin sampai kakak mau mandi dan melepas baju nya sendiri lalu meletakkan di tempat baju kotor, padahal sudah geregetan pengin ngomel dan ambil gerakan cepat memandikan, tapi disabarin ajah, walau akhirnya agak telat sampai di sekolah.
Selesai dengan urusan kakak, adiknya ditambah mogok tidak mau berangkat sekolah. Sudah sampai didepan sekolah tetapi tidak mau masuk, dengan alasan minta di belikan mainan dulu. Padahal hari ini ada kesepakatan tidak akan membeli mainan. Lagi lagi ujian kesabaran. Setelah diajak dialog alot dan berbagai alasan adik ingin pulang saja, akhirnya keluar juga jurus ancaman (ga lulus ini saya untuk komunikasi produktifnya)
“oke kita pulang, tapi tidak kerumah!”
Mau?
Stater motor keluar dari komplek area sekolah, dan baru berjalan beberapa meter, adik bilang “ya, ummi aku mau balik ke sekolah”
Prahara di pagi hari, kerempongan yang menghiasai aktivitas pagi ini.
Masih harus banyak belajar, masih harus banyak bersabar, masih harus banyak berdoa.
Semoga esok lebih baik lagi.


#harikesembilan
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP
#melatih kemandirian


Kamis, 07 Desember 2017

Melatih Kemandirian #8

Melatih Kemandirian #8
Bismillahirrahmanirrahiim
Memasuki hari pertama melatih skill kemandirian yang kedua yaitu melepas baju sendiri dan meletakkan di bak pakaian kotor sesuai kategori”
Sedikit evaluasi untuk tujuh hari pertama melewati tantangan ini,
Skill :
Bangun lebih Pagi                            : masih harus dibangunkan meskipun sudah tidak merengek dan menangis
Bersemangat sholat subuh          : masih harus selalu dimotivasi, dan adakalanya belum tumbuh kesadaran untuk melaksanakannya.
Memasuki masa latih skill kemandirian kedua, masih harus terus dimotivasi.
Pagi ini kakak sudah bersedia melepaskan baju sendiri dan meletakkan di tempat cucian, dan berinisiatif mandi sendiri. Semoga besok bisa konsisten untuk melaksanakan. Sebenarnya sudah bisa melakukan, tapi terkadang manja dan ngetes umminya untuk tetap konsisten untuk menerapkan skill kemandirian ini.

#haridelapan
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Rabu, 06 Desember 2017

Melatih Kemandirian Anak

Alhamdulillah pagi ini mendapatkan cemilan yang krauk krauk banget.
ini nih cemilan paginya

Melatih Kemandirian Anak

Rabu, 06 Desember 2017


๐Ÿ”KEMANDIRIAN  INDIVIDU๐Ÿ”

๐ŸŽ Pengertian Kemandirian

Kemandirian merupakan sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan kemampuan mengatur diri sendiri, sesuai dengan hak dan kewajibannya sehingga dapat menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang dihadapi tanpa meminta bantuan atau tergantung dari orang lain dan dapat bertanggung jawab terhadap segala keputusan yang telah diambil melalui berbagai pertimbangan sebelumnya.

๐ŸŽ Ciri-ciri Kemandirian

❄ Individu yang berinisiatif dalam segala hal.

❄Mampu mengerjakan tugas rutin yang dipertanggungjawabkan padanya, tanpa mencari pertolongan dari orang lain.

❄Memperoleh kepuasan dari pekerjaannya.

❄Mampu mengatasi rintangan yang dihadapi dalam mencapai kesuksesan.

❄Mampu berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif terhadap tugas dan kegiatan yang dihadapi.

❄Tidak merasa rendah diri apabila harus berbeda pendapat dengan orang lain, dan merasa senang karena dia berani mengemukakan pendapatnya walaupun nantinya berbeda dengan orang lain

๐ŸŽ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian, yaitu:

๐Ÿฐ Usia

Pengaruh dari orang lain akan berkurang secara perlahan-lahan pada saat anak menginjak usia lebih tinggi. Pada usia lebih dewasa mereka lebih berorientasi internal, karena percaya bahwa peristiwa-peristiwa dalam hidupnya ditentukan oleh tindakannya sendiri. Anak-anak akan lebih
tergantung pada orang tuanya, tetapi ketergantungan itu lambat laun akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia.

๐Ÿฐ Jenis kelamin

Perbedaan sifat dan jenis kelamin mempengaruhi kemandirian individu juga. di Dalam majalah Eltern di Jerman tahun 2005 dilaporkan hasil sebuah penelitian terhadap perkembangan anak-laki-laki dan perempuan. Dari hasil penelitian itu menyebutkan bahwa ternyata anak laki-laki membutuhkan perhatian lebih banyak dibandingkan dengan anak perempuan dari orang tuanya. Karena itulah akhirnya anak perempuan lebih terlatih untuk mandiri lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki.

Penelitian lain juga meyebutkan bahwa anak perempuan lebih mudah untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Karena mereka bergaul dengan melibatkan emosi. Sementara anak laki-laki tidak melibatkan emosi dalam bergaul, mereka akan bermain dengan menonjolkan sifat kompetitif, membandingkan kemampuan fisik serta menguji kesetiaan sahabatnya.

๐Ÿฐ Konsep diri

Konsep diri yang positif mendukung adanya perasaan yang kompeten pada individu untuk menentukan langkah yang diambil. Bagaimana individu tersebut memandang dan menilai keseluruhan dirinya atau menentukan sejauh mana pribadi individualnya. Mereka yang memandang dan menilai dirinya mampu, cenderung memiliki kemandirian dan sebaliknya mereka yang memandang dan menilai dirinya sendiri kurang atau cenderung menggantungkan dirinya pada orang lain.

๐Ÿฐ  Pendidikan

Semakin bertambahnya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan untuk mencoba sesuatu baru semakin besar, sehingga orang akan lebih kreatif dan memiliki kemampuan. Dengan belajar seseorang dapat mewujudkan keinginan dirinya sendiri sehingga orang memiliki sesuatu secara tepat tanpa tergantung dengan orang lain.

๐Ÿฐ Keluarga

Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam melatih dasar-dasar kepribadian seorang anak, demikian pula dalam pembentukan kemandirian pada diri seseorang.

๐Ÿฐ Interaksi sosial

Kemampuan setiap individu, dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial serta mampu melakukan penyesuaian diri dengan baik akan mendukung perilaku individu yang bertanggung jawab, mempunyai perasaan aman dan mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi dengan baik tidak mudah menyerah akan mendukung untuk berperilaku mandiri.

๐ŸŽ Proses terbentuknya kemandirian

Lingkungan kehidupan yang dihadapi individu sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, baik  segi-segi positif maupun negatif. Lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik terutama dalam bidang nilai dan kebiasaan-kebiasaan hidup akan membentuk kepribadiannya, dalam hal ini adalah kemandiriannya.

Lingkungan sosial yang mempunyai kebiasaan yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas dalam kehidupan mereka, demikian pula keadaan dalam kehidupan keluarga akan mempengaruhi perkembangan keadaan kemandirian anak. Sikap orang tua yang tidak memanjakan anak akan menyebabkan anak berkembang secara wajar dan menggembirakan. Sebaliknya anak yang dimanjakan akan mengalami kesukaran dalam hal kemandiriannya.

๐ŸŽ Manfaat Hidup Mandiri

๐Ÿฆ Menumbuhkan rasa percaya diri

Dengan menerapkan hidup mandiri manfaat yang pertama yang akan anda dapatkan adalah memiliki rasa percaya diri. Percaya diri ini didapatkan dari hidup anda yang tidak bergantungan dengan orang lain dan selalu percaya bahwa anda pasti bisa melakukannya dan melewatinya sendiri tanpa ada halangan apapun asalkan anda mau berusaha.

๐Ÿฆ Belajar menganalisa

Jika anda sudah terbiasa hidup mandiri maka manfaat lain yang anda dapatkan adalah mampu mudah menganalisa peristiwa yang terjadi. ini mungkin tidak akan terasa dan tidak anda sadari bahwa anda mulai bisa menganalisa hubungan sebab akibat, aksi dan reaksi dan sebagainya. Tentu saja dengan bisa menganalisa peristiwa yang seperti ini akan membuat anda  menjadi lebih bijaksana dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan serta keputusan.

๐Ÿฆ Bertanggung jawab

Karena hidup mandiri menuntut anda untuk bisa membuat keputusan yang baik oleh diri sendiri maka anda juga secara tidak langsung akan memiliki sikap bertanggung jawab. Segala keputusan dan apapun perbuatan yang anda lakukan , anda akan selalu senantiasa menanggung resikonya entah itu baik atau buruk.

๐Ÿฆ Mengembangkan daya tahan mental

Manfaat lainnya yang akan anda dapatkan dari hidup mandiri ini adalah mampu meningkatkan daya tahan mentalnya. Anda akan menjadi lebih tahan banting saat anda mengalami masalah dan persoalan pelik dalam kehidupan.

๐Ÿฆ Menjadi kreatif

Hidup mandiri juga menuntut anda untuk menjadi kreatif. Hal ini disebabkan karena segala permasalahan harus segera diselesaikan namun anda juga harus tetap maju untuk menjalani hidup ini. dengan itu anda akan menjadi lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar dan membuat permasalahan anda akan menjadi selesai dengan baik.

๐Ÿฆ Memiliki pemikiran kritis

Anda juga akan memiliki pemikiran yang lebih kritis dibandingkan dengan orang yang tidak mandiri. Orang yang mandiri akan lebih kritis pada hal apapun, karena adanya perubahan hal kecilpun bisa mengubah kehidupan orang mandiri sehingga segalanya harus dipikirkan dengan baik dan tidak boleh dilakukan secara sepihak saja.

Selamat berlatih menjadi pribadi mandiri

Salam Ibu Profesional
Tim Fasilitator Ibu Profesional Batch#3


๐Ÿ“šSumber Referensi:

Basri, Hasan. (2000) : Remaja Berkualitas Problematika Remaja Dan Solusinya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset. BNSP dan Pusat Kurikulum.

Kartono Kartini .(1996) Cet.Ke VII. Pengantar Metodologi Riset Sosial.Bandung. Madar Maju.

Masrun.1986. Perkembangan Kemandirian seorang anak. Semarang.

Manfaat.co.id. (30 Juni 2016). 6 Manfaat Hidup mandiri dan Cara Melatihya. Diakses pada 25 November 2017. Dari http://manfaat.co.id/manfaat-hidup-mandiri

Fitriyenti.(20 Juli 2011).Anak perempuan bisa lebih mandiri dari anak laki-laki. Diakses pada 25 November 2017. Pada https://www.kompasiana.com/www.fitriyenti.multyply.com/anak-perempuan-bisa-lebih-mandiri-dari-anak-laki-laki_550103c4813311cb60fa8365

Selasa, 05 Desember 2017

Melatih Kemandirian #7

Memasuki hari yang ketujuh di gamelevel2, masih melatih skill kemandirian untuk bisa melaksanakan sholat subuh dengan senang. Dan dihari yang ketujuh ini, kakak "mogok" nggak mau melaksanakan, karena bangun tidur digangguin adiknya hingga ngambek. Ummi berusaha untuk membujuk dan mengingatkan. Tapi kakak belum mau melaksanakan.
Akhirnya kakak berangkat sekolah tanpa melaksanakan sholat shubuh.
Sore hari nanti berencana untuk sama sama mengevaluasi agar kegagalan ini tidak berulang.
Berharap esok lebih baik lagi.

Melatih Kemandirian #6


Alhamdulillah, ternyata ga kerasa sudah sampai hari yang keenam. Untuk melatih satu skill di pekan ini. Masih membiasakan dan membelajarkan terbiasa bangun lebih pagi dan bersemangat sholat subuh.
dihari yang keenam ini kakak sudah mulai merasakan senang dan merasa berhasil.
“ummi Alhamdulillah ya, aku bisa sholat lima waktu” ungkapnya.
ya , syukur Alhamdulillah, semoga dedek ghizan bisa sama sama bersemangat ya” jawabku
Semoga kakak bisa istiqomah ya, tak perlu menangis atau bermalas malasan untuk sholat subuh. Apalagi sudah enam tahun. Dan ketika diusia tujuh tahun sholatnya sudah harus lebih baik, bacanya lebih khusuk, gerakannya lebih tertib.
Karena baru melatih pembiasaan dan menumbuhkan semangat serta kecintaan pada ibadah, target ummi baru sampai pada “mau melaksanakan” tanpa paksaan. Jadi ummi sangat bersyukur jika kakak sudah berhasil melaksanakannya. Dan bisa diikuti juga melaksanakan sholat lima waktu.
dan bisa berjamaah di masjid.
Semoga Allah senantiasa menuntun kita ya Nak.
#harikeenam
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Senin, 04 Desember 2017

Melatih Kemandirian #5

Memasuki hari kelima dipekan melatih skill untuk bangun lebih pagi dan bersemangat melaksanakan sholat Subuh. Pagi ini kakak bangun kesiangan dan ummi sibuk didapur, hanya membangun kan kakak dengan sapaan dari dapur. Tak disadari ternyata sudah hampir jam 6 pagi. Dan hari ini adalah hari pertama UAS dan penilaian akhir semester. Ketika kakak bangun langsung kaget dan sedikit marah ke ummi karena ummi tidak bersungguh-sungguh membangunkan.

Maafkan ummi kakak,

Tapi ummi berharap dihari kelima ini kamu bisa lebih mandiri.

Sampai akhirnya kakak bersegera bangun dan langsung ke kamar mandi dan melewatkan sholat subuhnya karena kesiangan.

Duh.. maafkan umi nak. Terkadang masih ga tega untuk mendisiplinkan kamu terkait hal ibadah. Tapi ummi sangat berharap bahwa kamu melaksanakannya  tanpa paksaan tapi berawal dari kesadaran. Target ummi sebelum usiamu tujuh tahun adalah kamu menyenangi aktifitas ibadah dan tak akan membebanimu.

Dan ummi sudah cukup senang karena kamu mulai menyadari dan  ingin belajar berkomitmen untuk melaksanakan sholat subuh. Meskipun belum rutin selalu.

#harikelima
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Sabtu, 02 Desember 2017

Melatih Kemandirian #4


Alhamdulillah..
Melewati hari keempat melatih kemandirian 2G untuk  bangun lebih pagi dan bersemangat sholat shubuh. Tiga hari sebelumnya sudah berjalan dengan lancar, ummi mencoba untuk mengajak sholat subuh berjamaah. Dan dari semalam sudah sounding kalau besok pagi akan sholat berjamaah di masjid, jadi harus bangun lebih pagi lagi. 2G juga mengiyakan, kepengin berjamaah di masjid saat sholat shubuh. Tetapi, kali ini belum berhasil karena bangunnya kesiangan.
sholat shubuh tetap dilaksanakan dirumah, semoga besok bisa melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid ya kakak.

#harikeempat
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian

Melatih Kemandirian #3


Masih menikmati long weekend  setelah jumat kemarin libur dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Memasuki sabtu pagi yang dingin karena mendung menggelayut sejak jumat kemarin. Bahkan sepekan kemarin hujan turun membasahi bumi semoga Allah merahmati setiap makhlukNya.
Menjalani tantangan10hari memasuki hari ketiga, mempertahankan konsistensi dan ketega(s)an agar berhasil mencapai target one week one skill. Pekan ini masih mencoba untuk menyalakan tombol kemandirian untuk bangun sendiri dan bersemangat melaksanakan sholat shubuh untuk 2G. Tak jauh dari tempat mereka tidur, ummi sengaja tilawah alquran berharap dengan mendengar ayat alquran menjadi alarm bagi mereka untuk segera bangun. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.15 pagi, tapi 2G terlihat masih pulas (tik tok tik tok). Ummi pegang kaki kakak, berharap segera bangun. Tak lama kemudian kakak bangun dan langsung membangunkan adik.
Alhamdulillah, bangun tanpa rengekan meskipun agak telat. Tak lupa ummi pasang senyuman semoga yang ia temui kala pagi hari adalah senyuman penuh asa dari umminya.
“bangunlah anak shalihah, mari berdoa alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnuzuur”.
Tak disangka kakak protes, “ ummi kenapa banguninnya telat, harus nya aku bangunnya jam 3 ”
“Oh iya ya, maafkan ummi, kak” jawabku
Dalam hati bergumam , ini karena ummi masih belum tega.
Terkadang melatih kemandirian anak bukanlah  semata anak yang berproses tetapi orang dewasa disekitarnya juga harus berani berproses. Melatih kemandirian adalah perjalanan panjang, sepanjang usia seseorang. Karena kemandirian inilah yang memungkinkan setiap individu bisa survive menghadapi tantangan dalam hidupnya.
Semoga Allah SWT menuntun kami semua.


#hariketiga
#tantangan10hari
#level2
#kuliahBunsayIIP

#melatih kemandirian