Menata Spirit Ramadhan
Nuansa Religius sangat kental terasa ketika bulan Ramadhan tiba masjid dan mushola dipenuhi dengan para jamaah. Kajian-kajian keislaman bertebaran dimana-mana. Suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an terdengar membahana. Sekejap tiba-tiba nuansa rabbaniyah hadir memenuhi ruang hati kita, menggerakkan setiap sendi untuk berdzikir mengagungkan asmaNya. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kebarakahan bulan Ramadhan yang menawarkan keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan sebelas bulan yang lainnya.
Akan tetapi kitapun tak dapat memberikan jaminan apakah suasana ini akan terus bertahan sampai dipenghujung Ramadhan bahkan sampai sebelas bulan berikutnya? Ataukah hanya sebuah romantisme di awal-awal Ramadhan saja. Seperti kenyataan tahun-tahun sebelumnya, di awal Ramadhan masjid dan mushola ramai dengan aktivitas ibadah akan tetapi berlahan-lahan keramaian itu akan berpindah ke pasar, mall, dan tempat perbelanjaan lainnya dengan alasan mempersiapkan untuk menyambut hari Raya Idul Fitri. Seakan menjadi kebiasaan rutin yang entah mengambil dalil dari mana.
Sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan generasi sahabat (semoga Allah merahmatinya). Dalam sebuah Hadits disebutkan “ Aisyah r.a. berkata, “ Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau." (HR. Bukhari) artinya Rasulullah semakin meningkatkan intensitas dan kuantitas dalam beribadahnya di akhir-akhir bulan Ramadhan.
Ramadhan dihadirkan oleh Allah SWT khusus untuk kaum Muslimin agar dapat digunakan sebagai madrasah untuk mendidik kemauan dan kesungguhan melawan hawa nafsu, membiasakan berlaku sabar, menahan kesenangan dan membiasakan hidup disiplin. Melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan selama bulan Ramadhan baik melalui puasa, shalat sunnah, tarawih, tilawah Qur’an dan ibadah yang lainnya jiwa kita sedang dididik untuk lebih dekat dengan Tuhannya. Dibina untuk lebih bersyukur atas seluruh karunia yang diberikan dan diajari untuk lebih bersabar atas apapun yang menimpa.
Didalam keseharian dan aktivitas kehidupan, manusia dituntut berlaku sabar. Baik sabar dalam menjalani ketaatan maupun sabar dalam menjauhi maksiat. Hal ini dapat di latih melalui aktivitas puasa sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Puasa adalah perisai yang menyelamatkan dari neraka sebagaimana perisai seseorang di antara kamu di dalam peperangan”. Tentunya puasa yang bukan hanya sekedar menahan dari makan dan minum saja. Tubuh kita puasa, hati kita puasa, lidah kita puasa, telinga kita puasa, mata kita juga butuh untuk berpuasa.
Hati seorang mukmin haruslah senantiasa dididik untuk terbiasa puasa, puasa dari rasa takabur dan sombong serta penyakit hati yang lainnya.Lidah kita perlu berpuasa, puasa dari segala perkataan kotor, mencela, dusta, menghina dan lain sebagainya. Agar kita terhindar dari ancaman Allah seperti yang dituturkan Muadz bin Jabal kepada Rasulullah. Muadz bertanya, “ apakah kami akan disiksa akibat apa yang kami katakan, ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “ Ibumu menderita karena melahirkanmu, wahai Muadz. Manusia menelungkupkan muka ke neraka adalah karena lidah mereka”. Begitu juga halnya telinga dan mata kita perlu untuk diajak berpuasa agar terhindar dari perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Allah SWT berfirman “ … Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya. “ (Al Isra:36)
Melalui momentum Ramadhan inilah kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk berproses dan bermetamorfosis agar diri kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa taat dan bertaqwa kepada Allah. Sehingga kehadiran bulan Ramadhan bukan sekedar rutinitas tetapi lebih kita maknai sebagai syahruttarbiyah, bulan pembinaan dan penempaan agar diri kita menjadi insan yang lebih mulia. Diawal ataupun di akhir Ramadhan, spirit kita akan senantiasa terus terjaga karena Ramadhan menawarkan segudang kemuliaan bagi siapa saja yang memahami dan menyadarinya.
Wa’Allahu A’lam
Umu Sulaimah S.PdI
Guru SDIT Ulul Albab dan
Direktur LSM Pendampingan Pelajar AL Kindi Club
Kota Pekalongan (085641735644)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar