Selasa, 05 Mei 2009

" Menggenggam dunia dengan Buku "

Resensi Buku



Judul : " Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah

Referensi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah "

Penulis : Suherman, M.Si.

Editor : Inayati Ashriyah

Penerbit : MQS Publishing

Cetakan : I, Februari 2009

Tebal : xiv + 222 hlm.



" Menggenggam Dunia Dengan Buku "

Umu Sulaimah S.Pd.I

Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kemajuan sebuah negera. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah negara. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi setiap generasi agar bisa menjawab tantangan-tantangan di masa mendatang. Peningkatan kualitas SDM di suatu negara dapat dicapai dengan meningkatan mutu kualitas pendidikannya. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pemerhati pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Dengan hal ini akan tercipta korelasi yang positiv antara pemerintah dan masyarakat.

Upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan bagi masyarakat salah satunya adalah dengan menghadirkan perpustakaan. Perpustakaan hadir sebagai salah satu penunjang keberhasilan proses belajar mengajar, baik formal maupun non formal. Perpustakaan hadir sebagai ruang belajar dan penyedia informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Perpustakaan merupakan fasilitas atau tempat yang menyediakan sarana bahan bacaan. Secara garis besar fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat penyimpanan, sebagai pusat informasi, sebagai tempat rekreasi dan tentunya menjadi media edukasi. Namun dalam perjalanannya perpustakaan yang kita harapkan menjadi tempat penyedia informasi dan beberapa fungsi diatas, sering mengalami disfungsi. Yang terlihat adalah, perpustakaan hanyalah berisi deretan buku berdebu yang tak tertata. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sisa dipojok-pojok sekolah, jangankan memperhatikan masalah kenyamanan, masalah kesehatan dan kebersihannya pun terkadang tidak diperhatikan. Sehingga jangankan untuk singgah dan berlama-lama disana, mampir dan melirik saja enggan. Akhirnya perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Keterbatasan bahan pustaka serta minimnya pengetahuan para pustakawan terhadap pengelolaan serta manajemen perpustakaan, juga merupakan salah satu faktor yang menjadikan perpustakaan terutama di sekolah mengalami disfungsi.

Buku yang ditulis oleh Suherman M.Si mencoba memberikan gambaran ideal tentang sebuah perpustakaan. Berdasarkan pengalaman dan beberapa literatur yang dibaca oleh penulis menjadikan buku ini memiliki cita rasa yang khas. Penulis yang memperolah gelar magister dalam ilmu Komunikasi ini juga merupakan aktifis Masyarakat Literasi Indonesia, seorang peneliti, pustakawan ahli di LIPI dan pembina Forum Sekolah Gratis kabupaten Bandung. Memulai penulisan buku dengan menghadirkan bab pertama yang berisi tentang minat baca. Perpustakaan memiliki peranan yang signifikan untuk mendukung gemar membaca dan meningkatkan literasi informasi, juga mengembangkan siswa supaya dapat belajar secara independen. Menurut kajian dari penulis, bahwa salah satu jalan yang sangat efektif untuk melakukan proses perubahan sosial adalah dengan menemukan cara untuk mengajak siswa membaca.

Membaca buku ini, mengajak kita untuk kembali merenungkan bahwa, negara kita menempati posisi bontot ( rendah ) dalam hal kultur baca tulis bagi para pelajar. Sehingga memberikan evaluasi bahwa minat baca masyarakat perlu untuk terus digalakkan. Pendidikan yang dilakukan jangan sampai hanya terbatas pada pelajaran teoritis saja. Perlu adanya komitmen dan perhatian yang khusus guna meningkatkan minat baca, baik secara struktural maupun kultural. Sejatinya untuk mengatasi masalah minat baca dan lebih lanjut ke masalah literasi informasi dapat digunakan tiga macam strategi yaitu startegi kekuasaan, startegi persuasif dan strategi normatif-reedukatif.

Salah satu media edukasi yang perlu diperhatikan adalah perpustakaan karena perpustakaan merupakan pusat pendidikan dan peningkatan mutu kualitas diri. Dan juga sebagai penggerak untuk pembelajaran yang lebih efektif dan dinamis. Dalam dunia pendidikan perpustakaan menjadi " jantung " bagi sekolah. Yang memiliki peran signifikan.

Tidak kalah menariknya, Buku ini diulas dengan gaya bahasa yang praktis dan mudah difahami serta dilengkapi juga dengan informasi tentang gambaran-gambaran organisasi perpustakaan sekolah dan bagaimana cara mengelolanya. Sehingga memberikan informasi yang jelas, mengenai bentuk perpustakaan yang ideal dan contoh-contoh kegiatan yang dapat diselenggarakan oleh pengelola perpustakaan, guna meningkatkan fungsi dan peranan perpustakaan sebagai lumbung ilmu, pembuka peradaban, menjadi modal untuk menguasai dunia dengan informasi-informasi yang berguna. Sehingga kita menyadari citra perpustakaan sebagai gudang buku dengan penataan asal-asalan harus segera diubah menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Untuk memperbaiki infrastruktur tidak mesti mahal, dengan kreativitas dari pengelola dan kerja sama yang baik antar pihak yang terkait. Sangat memungkinkan menjadikan perpustakaan sebagai penyedia jendela dunia. Yang menjadikan kita semua sanggup memandangi wajah dunia yang penuh pesona.



Pekalongan, 6 Mei

" cukup dunia, dalam genggaman saja "
ga perlu sampai bersemayam dalam hati